SITTI

Sabtu, 26 Februari 2011

Aspek Akuntansi dalam Perbankan Islam (Accounting Aspect)



I.         Pendahuluan
Kemunculan bank-bank dan lembaga keuangan Islam sebagai organisasi yang relatif baru menimbulkan tantangan besar. Para pakar syariah Islam dan akuntansi harus mencari dasar bagi penerap-an dan pengembangan standar akuntansi yang berbeda dengan standar akuntansi bank dan lembaga keuangan konvensional seperti telah dikenal selama ini.
Standar akuntansi tersebut menjadi kunci sukses bank Islam dalam melayani masyarakat di sekitarnya sehingga, seperti lazim-nya, harus dapat menyajikan informasi yang cukup, dapat dipercaya, dan relevan bagi para penggunanya, namun tetap dalam konteks syariah Islam.
Penyajian informasi semacam itu penting bagi proses pem-buatan keputusan ekonomi oleh pihak-pihak yang berhubungan dengan bank Islam. Lebih dari itu, akan memiliki dampak positif terhadap distribusi sumber-sumber ekonomi untuk kepentingan masyarakat. Hal ini karena prinsip-prinsip syariah Islam memberi-kan keseimbangan antara kepentingan individu dan masyarakat.
Investasi merupakan dasar aktivitas ekonomi pada suatu masyarakat. Tetapi tidak setiap individu mampu menginvestasikan tabungannya secara langsung. Karenanya, bank Islam memainkan peran penting dengan bertindak sebagai sarana untuk menarik tabungan para individu dan menginvestasikan tabungan-tabungan ini untuk kepentingan individu dan masyarakat.
Islam secara jelas mendorong investasi dan perputaran dana. Ketika Islam mewajibkan zakat, ia mengharuskan bahwa harta harus diinvestasikan. Jika tidak, akan habis oleh zakat pada periode tertentu. Diriwayatkan bahwa Nabi e berkata:
"Perdagangkanlah harta anak yatim itu jika tidak ingin habis termakan zakat." (H.R. Thabrani)
Hadits ini menjelaskan, bahwa sekalipun anak yatim itu masih kecil, tetapi kalau harta warisannya memenuhi nishab, maka wajib dipenuhi zakatnya. Untuk itu, wali yatim wajib mengeluarkan atas nama si Yatim (kaya) yang berada dalam perwaliannya. Bila si wali mendiamkan saja harta tersebut, maka setiap tahun akan terpotong zakat. Oleh karena itu, Rasulullah r menghimbau untuk memutarkan-nya dengan baik dan feasible, sehingga diharapkan ada keuntungan. Jika terdapat keuntungan, maka zakatnya tidak lagi dari asal pokok tetapi dari penambahan keuntungan. Dengan demikian, harta anak yatim bertambah dan tidak berkurang.
Tetapi, untuk mendorong individu menginvestasikan dananya melalui bank Islam, perlu disadari bahwa individu-individu itu harus terlebih dahulu percaya bahwa bank Islam mampu merealisasikan tujuan-tujuan investasinya. Ketiadaan kepercayaan pada ke-mampuan bank Islam untuk berinvestasi secara efisien dan penuh kepatuhan kepada syariah Islam, menyebabkan banyak individu yang menahan diri untuk berinvestasi melalui bank Islam.
Salah satu prasyarat pengembangan kepercayaan itu adalah ketersediaan informasi yang meyakinkan nasabah terhadap kemam-puan bank Islam dalam mencapai tujuannya. Di antara sumber-sumber informasi yang penting adalah laporan keuangan dari bank Islam yang disiapkan sesuai dengan standar yang dapat diterapkan pada bank Islam.
Untuk mengembangkan standar tersebut, penting untuk mendefinisikan tujuan dan konsep akuntansi keuangan bank Islam terlebih dahulu. Dalam hal, ini tidak ada salahnya untuk mulai mengembangkannya dari standar akuntansi keuangan bank yang ada, tentu saja dengan berbagai perubahan dan modifikasi. Syarat-nya, standar yang telah ada tersebut tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip muamalah Islam.
Accounting and Auditing Standard for Islamic Financial Institution
Langkah pengembangan standar akuntansi keuangan bank Islam dimulai pada tahun 1987. Sedikitnya lima volume telah terkumpul dan tersimpan di perpustakaan Islamic Research and Training Institute, Islamic Development Bank (IDB).
Studi itu telah mendorong pembentukan Acounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (Organisasi Akuntansi Keuangan untuk Bank dan Lembaga Keuangan Islam) yang didaftarkan sebagai organisasi nirlaba di Bahrain pada tahun 1411 H (1991). Sejak didirikan, organisasi ini terus mengembang-kan standar keuangan melalui pertemuan periodik Komite Pelaksana untuk Perencanaan dan Tindak Lanjut.[1]
II.      Pendekatan dan Fungsi
1.       Pendekatan yang digunakan:
i.           Mengidentifikasi konsep akuntansi yang telah dikembang-kan sebelumnya dengan prinsip Islam tentang ketepatan dan keadilan. Sangat dimungkinkan seseorang akan menentang penerapan konsep-konsep itu, misalnya yang berkaitan dengan definisi karakteristik informasi akuntansi yang bermanfaat seperti relevansi dan realibilitas.
ii.         Mengidentifikasi konsep yang digunakan dalam akuntansi keuangan konvensional tetapi tidak sesuai dengan syariah Islam. Konsep semacam itu ditolak atau dimodifikasi secukupnya untuk mematuhi syariah supaya membuatnya bermanfaat. Contoh dari konsep ini adalah nilai waktu dari uang (time value of money) sebagai sifat pengukuran.
iii.       Mengembangkan konsep-konsep yang mendefinisikan aspek-aspek tertentu dari akuntansi untuk bank Islam yang tersendiri (unik) kepada cara bertransaksi bisnis yang Islami. Contohnya, konsep yang dikembangkan berdasarkan hukum-hukum yang mendefinisikan risiko dan balasan yang dikaitkan dengan transaksi bisnis, serta terjadinya biaya dan perolehan keuntungan.
2.       Fungsi Bank-bank Islam
Bank-bank Islam dikembangkan berdasarkan prinsip yang tidak membolehkan pemisahan antara hal yang temporal (kedu-niaan) dan keagamaan. Prinsip ini mengharuskan kepatuhan kepada syariah sebagai dasar dari semua aspek kehidupan. Kepatuhan ini tidak hanya dalam hal ibadah ritual, tetapi tran-saksi bisnis pun harus sesuai dengan ajaran syariah. Sebagai contoh dalam hal ini adalah aspek yang paling terkemuka dari ajaran Islam mengenai muamalah, yaitu pelarangan riba dan persepsi uang sebagai alat tukar dan alat melepaskan kewajiban. Uang bukanlah komoditas. Dengan demikian, uang tidak me-miliki nilai waktu, kecuali nilai barang yang ditukar melalui penggunaan uang sesuai dengan syariah.
Sebagai konsekuensi dari prinsip ini maka bank Islam dioperasikan atas dasar konsep bagi untung dan bagi risiko yang sesuai dengan salah satu kaidah Islam, yaitu "keuntungan adalah bagi pihak yang menanggung risiko." Bank Islam menolak bunga sebagai biaya untuk penggunaan uang dan pinjaman sebagai alat investasi.[2]
Dalam melaksanakan investasinya, bank Islam memberi keyakinan bahwa dana mereka sendiri (equity), serta dana lain yang tersedia untuk investasi, mendatangkan pendapatan yang sesuai dengan syariah dan bermanfaat bagi masyarakat.
Bank Islam menerima dana berdasarkan kontrak mudhara-bah, yaitu salah satu bentuk kesepakatan antara penyedia dana (pemegang rekening investasi) dan penyedia usaha (bank). Dalam melaksanakan usaha berdasarkan mudharabah, bank menyatakan kemauannya menerima dana untuk diinvestasikan atas nama pemiliknya, membagi keuntungan berdasarkan per-sentase yang disepakati sebelumnya, serta memberitahukan bahwa kerugian akan ditanggung sepenuhnya oleh penyedia dana selama kerugian tersebut bukan diakibatkan oleh kelalaian atau pelanggaran kontrak.
Dalam paradigma akuntansi Islam, bank syariah memiliki fungsi sebagai berikut:
i.           Manajemen Investasi
Bank-bank Islam dapat melaksanakan fungsi ini ber-dasarkan kontrak mudharabah atau kontrak perwakilan.
Menurut kontrak mudharabah, bank (dalam kapasitasnya sebagai mudharib, yaitu pihak yang melaksanakan inves-tasi dana dari pihak lain) menerima persentase keuntungan hanya dalam kasus untung. Dalam hal terjadi kerugian, sepenuhnya menjadi risiko penyedia dana (shahibul maal), sementara bank tidak ikut menanggungnya.
ii.         Investasi
Bank-bank Islam menginvestasikan dana yang ditem-patkan pada dunia usaha (baik dana modal maupun dana rekening investasi) dengan menggunakan alat-alat investasi yang konsisten dengan syariah. Di antara contohnya adalah kontrak al murabahah, al mudharabah, al musyarakah, bai’ as salam, bai’ al ishtisna’, al  ijarah, dan lain-lain.
Rekening investasi dapat dibagi menjadi tidak terba-tas (unrestricted mudharabah) atau terbatas (restricted mudharabah).
Rekening investasi tidak terbatas (general investment)
Pemegang rekening jenis ini memberi wewenang kepada bank Islam untuk menginvestasikan dananya dengan cara yang dianggap paling baik dan feasible, tanpa menerapkan pembatasan jenis, waktu dan bidang usaha investasi.
Dalam skema ini bank Islam dapat mencampurkan dana pemegang rekening investasi dengan dananya sendiri (modal) atau dengan dana lain yang berhak dipakai oleh bank Islam (misalnya rekening koran). Pemegang rekening investasi dan bank Islam umumnya berpartisipasi dalam keuntungan dari dana yang diinvestasikan.
Rekening investasi terbatas (restricted investment)
Pemegang rekening jenis ini menerapkan pembatasan tertentu dalam hal jenis, bidang, dan waktu bank meng-investasikan dananya. Lebih jauh lagi, bank Islam dapat dibatasi dari mencampurkan dananya sendiri dengan dana rekening investasi terbatas untuk tujuan investasi. Bahkan bisa saja ada pembatasan lain yang diterapkan pemegang rekening investasi.
Sebagai contoh, pemegang rekening investasi dapat meminta bank Islam untuk tidak menginvestasikan dananya dalam bidang pertanian dan peternakan. Bisa juga pe-megang rekening investasi meminta bank Islam itu sendiri yang melaksanakan investasi, bukan melalui pihak ketiga.
iii.       Jasa-Jasa Keuangan
Bank Islam dapat juga menawarkan berbagai jasa ke-uangan lainnya berdasarkan upah (fee based) dalam sebuah kontrak perwakilan atau penyewaan. Contohnya garansi, transfer kawat, L/C, dan sebagainya.
iv.       Jasa Sosial
Konsep perbankan Islam mengharuskan bank Islam me-laksanakan jasa sosial, bisa melalui dana qardh (pinjaman kebajikan), zakat, atau dana sosial yang sesuai dengan ajaran Islam. Lebih jauh lagi, konsep perbankan Islam juga mengharuskan bank Islam memainkan peran dalam pengembangan sumber daya insani dan menyumbang dana bagi pemeliharaan serta pengembangan lingkungan hidup.
III.   Definisi Pernyataan Keuangan
Secara umum, pernyataan keuangan untuk bank Islam dapat digambarkan sebagai berikut:[3]
1.        Pernyataan keuangan yang menggambarkan fungsi bank Islam sebagai investor, hak dan kewajibannya, dengan tidak memandang tujuan bank Islam itu dari masalah investasinya, apakah ekonomi atau sosial. Mekanisme investasi yang diguna-kan terbatas hanya kepada beberapa cara yang dibolehkan syariah. Karenanya, pernyataan keuangan meliputi:
i.           Pernyataan posisi keuangan
ii.         Pernyataan pendapatan
iii.       Pernyataan aliran kas
iv.       Pernyataan laba ditahan atau pernyataan perubahan pada saham pemilik
2.        Sebuah pernyataan keuangan yang menggambarkan perubahan dalam investasi terbatas, yang dikelola oleh bank Islam untuk kepentingan masyarakat, baik berdasarkan kontrak mudharabah atau kontrak perwakilan. Pernyataan semacam ini akan dirujuk sebagai "Pernyataan Perubahan dalam Investasi Terbatas".
3.        Pernyataan keuangan yang menggambarkan peran bank Islam sebagai fiduciary dari dana yang tersedia untuk jasa sosial ketika jasa semacam itu diberikan melalui dana terpisah.
i.           Pernyataan sumber dan penggunaan dana zakat dan dana sosial.
ii.         Pernyataan sumber dan penggunaan dana qardh
IV.   Definisi Unsur-Unsur Dasar Pernyataan Keuangan
1.        Pernyataan posisi keuangan
i.    Asset
Asset adalah sesuatu yang mampu menimbulkan aliran kas positif atau manfaat ekonomi lainnya, baik dengan dirinya sendiri ataupun dengan asset yang lain, yang haknya didapat oleh bank Islam sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa di masa lalu. Untuk bisa digambarkan sebagai sebuah asset pada pernyataan posisi keuangan bank Islam, asset itu harus memiliki karakter tambahan berikut:
                                 /             Dapat diukur secara keuangan dengan tingkat reliabilitas yang wajar.
                                 /             Tidak boleh dikaitkan dengan kewajiban yang tidak dapat diukur atau hak bagi pihak lain.
                                 /             Bank Islam harus mendapatkan hak untuk menahan, menggunakan, atau mengelola aset itu.
ii.  Liabilitas
Liabilitas adalah kewajiban yang berjalan untuk me-mindahkan aset, meneruskan penggunaannya, atau menyediakan jasa bagi pihak lain di masa depan sebagai hasil dari transaksi atau peristiwa di masa lalu. Untuk bisa digambarkan sebagai sebuah liabilitas pada pernyataan posisi keuangan bank Islam, liabilitas itu harus memiliki karakter tambahan berikut:
                                 /              Bank Islam harus memiliki kewajiban kepada pihak lain dan kewajiban bank Islam tidak boleh saling bergantung (reciprocal) dengan kewajiban pihak lain kepada bank.
                                 /              Kewajiban bank Islam harus bisa diukur secara keuangan dengan tingkat reliabilitas yang wajar.
                                 /              Kewajiban bank Islam harus bisa dipenuhi melalui pemindahan satu atau lebih aset bank Islam kepada pihak lain, meneruskan kepada pihak lain akan penggunaan aset bank Islam untuk suatu periode, atau menyediakan jasa pihak lain.
iii.       Porsi pemegang rekening investasi tak terbatas
Rekening investasi tak terbatas merujuk kepada dana-dana yang diterima bank Islam dari individu-individu atau lainnya dengan dasar bahwa bank Islam akan memiliki hak untuk menggunakan dan menginvestasikan dana-dana itu tanpa pembatasan. Bank Islam dengan demikian juga berhak mencampurkan dana yang diinvestasikan itu dengan modalnya sendiri. Keuntungan atau kerugian suatu investasi usaha dibagi secara proporsional setelah bank Islam menerima bagian keuntungan/kerugiannya sebagai mudharib.
iv.       Saham pemilik
Saham pemilik merujuk kepada jumlah yang tersisa pa-da tanggal pernyataan posisi keuangan dari aset bank Islam sesudah dikurangi kewajiban, porsi pemegang rekening investasi tak terbatas dan yang setara dengannya, serta pendapatan yang dilarang (nonhalal), jika ada. Itu sebabnya saham pemilik terkadang dirujuk sebagai "the owner residual interest".
2.        Pernyataan pendapatan
            i.      Pendapatan
Pendapatan adalah kenaikan kotor dalam aset atau penurunan dalam liabilitas atau gabungan dari keduanya selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan yang berakibat dari investasi yang halal, perdagangan, memberikan jasa, atau aktivitas lain yang bertujuan meraih keuntungan, seperti manajemen rekening investasi terbatas.
           ii.     Biaya
Biaya adalah penurunan kotor dalam aset atau kenaikan dalam liabilitas atau gabungan dari keduanya selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan yang berakibat dari investasi yang halal, perdagangan, atau aktivitas, termasuk pemberian jasa.
          iii.    Keuntungan
Keuntungan adalah kenaikan bersih dari aset bersih sebagai akibat dari memegang aset yang mengalami peningkatan nilai selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan. Keuntungan juga bisa diperoleh dari pemindahan saling tergantung insidental yang sah dan yang tidak saling tergantung, kecuali transfer yang tidak saling tergantung dengan pemegang saham, atau pemegang pemegang rekening investasi tak terbatas dan yang setara dengannya.
          iv.    Kerugian
Kerugian adalah penurunan bersih dari aset bersih seba-gai akibat dari memegang aset yang mengalami penurunan nilai selama periode yang dipilih oleh pernyataan pen-dapatan. Kerugian juga bisa terjadi akibat pemindahan saling tergantung insidental yang sah dan yang tidak saling tergantung, kecuali transfer yang tidak saling tergantung dengan pemegang saham, atau pemegang rekening investasi tak terbatas dan yang setara dengannya.
           v.     Keuntungan pada rekening investasi tak terbatas dan yang setaranya
          vi.    Keuntungan bersih (kerugian bersih)
3.        Pernyataan perubahan dalam saham pemilik atau pernyataan laba ditahan
i.           Pernyataan perubahan dalam saham pemilik
ii.         Pernyataan laba ditahan
4.        Pernyataan aliran kas
i.           Kas dan setara kas
ii.         Aliran kas dari transaksi
iii.       Aliran kas dari aktivitas investasi
iv.       Aliran kas dari aktivitas pembiayaan
5.        Pernyataan perubahan dalam investasi terbatas dan setaranya
i.           Investasi terbatas
ii.         Simpanan dan penarikan oleh pemegang rekening investasi terbatas dan ekuivalensinya
iii.       Keuntungan (kerugian) investasi sebelum bagian ke-untungan manajer investasi sebagai seorang mudharib, atau kompensasi sebagai wakil (agen) investasi.
iv.       Bagian manajer investasi dalam keuntungan investasi terbatas sebagai seorang mudharib atau kompensasi sebagai manajer investasi
6.        Pernyataan sumber dan penggunaan dana zakat serta dana sosial
i.           Sumber dana zakat dan dana sosial
ii.         Penggunaan dana zakat dan dana sosial
iii.       Saldo dana zakat dan dana sosial
7.        Pernyataan sumber dan penggunaan dana dalam qardh
i.           Qardh
ii.         Sumber dana dalam qardh
iii.       Penggunaan dana dalam qardh
iv.       Saldo dana dalam qardh
V.      Asumsi-Asumsi Akuntansi
1.         Konsep satuan akuntansi
2.         Konsep keberlanjutan (going concern)
3.         Konsep periode
4.         Stabilitas daya beli satuan uang
VI.   Konsep Pengakuan dan Pengukuran Akuntansi
1.         Definisi pengakuan dan pengukuran akuntansi
2.         Pengakuan akuntansi
i.          Pengakuan pendapatan
ii.        Pengakuan biaya
iii.      Pengakuan laba dan rugi
iv.      Pengakuan laba dan rugi investasi terbatas
3.         Konsep pengukuran akuntansi
i.          Konsep kesesuaian (matching)
ii.        Sifat-sifat pengukuran
iii.      Sifat-sifat yang harus diukur
iv.      Nilai setara kas yang diperkirakan akan direalisasi atau dibayar
v.        Revaluasi aset, liabilitas, dan investasi terbatas pada akhir periode akuntansi
vi.      Penerapan aset, liabilitas, dan investasi terbatas
vii.    Sifat pengukuran alternatif kepada nilai setara kas.
VII.Karakteristik Kualitatif serta Penyiapan dan Penyajian Informasi Akuntansi
1.         Karakteristik Kualitatif Informasi Akuntansi
i.          Arti karakteristik kualitatif informasi akuntansi
ii.        Relevansi
iii.      Reliabilitas
                                               /             Representasi keyakinan
                                               /             Objektivitas
                                               /             Netralitas
iv.      Dapat dibandingkan
v.        Konsistensi
vi.      Dapat dimengerti
2.         Penyiapan dan Penyajian Informasi Akuntansi
i.          Materialitas
ii.        Biaya informasi
iii.      Pembukaan (disclosure) yang cukup


[1] AAOIFI (1997), Accounting and Auditing Standard for Islamic Financial Institutions, Bahrain.
[2] Hamoud, Sami Hasan Ahmad (1982), Tathwiir Al A’mal Al Mash-rafiyyah Bima Yattafiqu Wa asy Syariah Al Islamiah, Amman: Matbaatu Asy Syarq Wa Maktabatuha.
[3] Pembahasan di bagian ini dan sub bahasan akuntansi selanjutnya bertumpu sangat banyak pada sumber: AAOIFI, 1999, Accounting and Auditing and Governance Standards for Islamic Financial Institution, Accounting and Auditing Organization For Islamic financial Institution, (AAOIFI) Manama, Bahrain

Sabtu, 19 Februari 2011

PUNYA BLOG & PENGEN DAPAT DUIT TIAP DI LIHAT ORANG ?

Sitti merupakan program baru yang merubah paradigma kita.
Blog yang semula hanya menghabiskan waktu kita, sekarang dengan di buka orang, maka kita menjadi dapat memanfaatkannya karena lewat iklan kita akan di bayar.
Sitti merupakan program iklan yang khusus berbahasa Indonesia
lebih jauh tentang Sitti KLIK
atau baca uraian berikut ini

Jadikan blog Anda sebagai sumber penghasilan!

Tahukah Anda bahwa situs atau blog Anda mampu menghasilkan uang untuk Anda hanya dengan bergabung di SITTI? SITTI dapat mengubah jumlah pengunjung situs/blog Anda menjadi uang.

Apa itu SITTI?

SITTI adalah sebuah mesin pintar yang mengerti bahasa Indonesia yang baik, benar, yang 4lay, yang nyleneh, bahkan yang slang jaman dulu sekalipun. SITTI adalah mesin yang mampu menjembatani kebutuhan para pemasang iklan dengan para pemilik situs web atau blog. Dalam waktu satu detik, SITTI mampu membaca semua artikel yang ada di dalam jaringan dan menjodohkannya dengan iklan yang tepat sesuai dengan kata kunci yang ditentukan sebelumnya.
Sebagai penyedia jaringan iklan di internet berbahasa Indonesia yang terbesar SITTI memudahkan pemasang iklan menggapai massa, mencapai sasaran sehingga hanya iklan-iklan yang berkaitan dengan topik atau isi tulisan yang ditempatkan di situs web/blog Anda. Dan yang paling penting tidak berbenturan dengan kepentingan Anda.

Bagaimana Caranya?

Siapa saja yang memiliki situs atau blog berbahasa Indonesia dipersilakan untuk bergabung di SITTI. Caranya sangat mudah:
  1. Daftarkan situs/blog Anda;
  2. Cantumkan kode HTML yang tersedia di situs/blog Anda. Begitu kode tersebut tercantum maka situs/blog Anda pun segera menghasilkan uang;
  3. Anda memiliki kewenangan untuk memilih jenis iklan yang akan terpasang dan;
  4. Monitor hasilnya. Pendapatan iklan Anda akan dibayarkan setiap bulan? Jangan lupa untuk mencantumkan nomor rekening Bank Anda untuk memudahkan kami mentransfer penghasilan dari situs web/bog Anda
Berkaryalah! Menulislah tentang apa saja! SITTI akan menjadi mesin yang sibuk mencarikan iklan untuk situs web/bog Anda. Jika pengunjung situs web/bog Anda membaca dan mengklik iklan yang terpasang di situs web/bog Anda maka Anda akan mendapat bayaran dari SITTI. Semakin banyak tulisan yang dimuat, semakin banyak jodoh iklan Anda. Semakin banyak pembaca yang mengklik iklan yang terpasang, semakin besar penghasilan Anda.
Daftarkanlah situs web/blog Anda sekarang juga dengan klik disini.

APAKAH ANDA TAHU TENTANG SITTI?

Sejak berdiri pada tahun 2010, Sitti adalah jaringan pemasang iklan kontekstual daring (online) terbesar di Indonesia. Jaringan kami yang mencakup lebih dari jutaan jumlah halaman web yang siap menjadi media para pengiklan siti dan lebih dari 1,000 blog berbahasa Indonesia memudahkan para pemasang iklan untuk menjangkau sasaran pasar dalam jaringan internet yang dituju.
Kami juga membantu para pemilik situs dan blog untuk memanfaatkan halaman-halaman di situs/blog mereka dengan pemasangan iklan dari jaringan kami.
Iklan kontekstual artinya menyuguhkan iklan kepada pengunjung situs yang memiliki profil yang sesuai dengan kebutuhan si pemasang iklan. Mulai dari usia, jenis kelamin, profesi, hingga gaya hidup.
Iklan kontekstual merupakan tren iklan masa kini yang bertumpu pada teknologi yang dapat membidik para pelanggan berdasarkan kata kunci (keyword) yang mereka ketik di kolom pencari.
Sistem Sitti lalu membaca kata kunci tersebut, mengolahnya sedemikian rupa untuk kemudian memanggil pesan-pesan iklan yang relevan untuk ditampilkan di situs yang dibaca secara keseluruhan oleh si pengunjung, baik iklan tersebut muncul di satu halaman yang sama maupun berupa iklan pop-up . Iklan kontekstual adalah iklan yang munculnya di suatu web secara dinamis.
Iklan kontekstual dari hasil pencarian lewat media situs pencari menjadi salah satu dari sektor periklanan yang paling pesat perkembangannya. 

LEBIH JAUH TENTANG SITTI KLIK

Kamis, 17 Februari 2011

45 CARA PROMOSI


1. Pasang iklan baris di koran.
2. Pasang iklan di buku telepon kuning (yellow pages).
3. Pasang iklan di pusat perkulakan.
4. Aktif mendekati konsumen lewat telepon.
5. Mendatangi langsung konsumen yang prospektif.
6. Promosi lewat surat.
7. Jadi pembicara di seminar dan bicaralah tentang hal yang benar-benar Anda kuasai.
8. Jadi pembicara tamu di acara dialog di radio.
9. Buat pusat data tentang pelanggan Anda, lengkap dengan alamatnya. Jaga terus agar tetap up-to-date.
10. Bangun citra perusahaan Anda dengan kartu nama dan kop surat yang menarik.
11. Rancang brosur yang menjelaskan keuntungan dari produk Anda.
12. Kembangkan sistem pemesanan lewat surat.
13. Buat tempat khusus untuk memamerkan dan membeli langsung produk Anda.
14. Rancang pemasaran jarak jauh (telemarketing).
15. Buat logo perusahaan sesuai dengan citra yang ingin Anda bangun.
16. Terbitkan semacam buletin yang menceritakan perkembangan terbaru usaha Anda, paling tidak tiga bulan sekali.
17. Buat suvenir dengan logo perusahaan, seperti kalender, pena, mug, kertas memo dan sebagainya.
18. Buat kampanye sosial yang berhubungan dengan produk Anda. Misalnya jika produk Anda lampu, sebarkan tips tentang hemat pemakaian listrik.
19. Buat stiker atau balon dengan logo dan slogan perusahaan Anda.
20. Rancang kaos dengan logo dan nama perusahaan.
21. Jajagi kerjasama promosi dengan perusahaan lain yang bukan pesaing.
22. Pelajari semua biaya promosi, baik yang lewat koran, majalah, radio, televisi, papan reklame, halte bus, dan tempat-tempat umum lainnya.
23. Temukan cara untuk mengurasi biaya promosi dengan memanfaatkan promosi patungan.
24. Berterimakasih kepada pelanggan dengan mengiriminya surat.
25. Menjaga hubungan dengan pelanggan dengan cara mengiriminya kartu ulang tahun, Lebaran, Natal, atau tahun baru.
26. Pasang profil perusahaan di majalah atau koran yang biasa dibaca oleh calon konsumen sasaran.
27. Sewa agen periklanan atau humas (PR/public relations).
28. Selenggarakan sayembara yang bersifat promosi.
29. Selenggarakan seminar yang khusus membahas produk, jasa, dan perusahaan Anda.
30. Selipkan brosur atau bahan promosi lainnya ke dalam tagihan yang Anda kirim.
31. Cari calon pelanggan di pameran-pameran.
32. Cari calon pelanggan di perkumpulan-perkumpulan yang berhubungan dengan bisnis Anda.
33. Cari calon pelanggan di seminar-seminar.
34. Cari calon pelanggan di majalah atau koran.
35. Kemas brosur, daftar harga, dan surat-menyurat dalam tempat khusus untuk pelanggan.
36. Pasang papan penunjuk di pinggir jalan dekat kantor Anda.
37. Sebarkan brosur dengan menyelipkannya di wiper kaca mobil.
38. Cetak kalimat bersifat promosi pada kertas surat atau amplop.
39. Pasang logo dan nama perusahaan pada mobil perusahaan.
40. Siapkan video tentang profil perusahaan.
41. Buat daftar produk lengkap tentang gambar, cara penggunaan dan keuntungan pemakaian untuk mempermudah Anda membuat promosi.
42. Siapkan proposal yang siap ditawarkan untuk mengantisipasi kebutuhan pelanggan.
43. Sediakan contoh produk gratisan.
44. Sediakan kesempatan kepada calon pelanggan untuk melihat-lihat proses produksi.
45. Sponsori acara amal.